SMKN 3 Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Pelatihan BIM UNY bagi Guru SMK DIY
Yogyakarta, 20 Agustus 2025 – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Fakultas Teknik Program Studi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (PTSP) menyelenggarakan pelatihan Building Information Modeling (BIM) bagi guru SMK se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Agustus 2025 ini dipusatkan di Laboratorium Komputer Bangunan Ruang 16 SMKN 3 Yogyakarta dan diikuti oleh 26 guru dari berbagai sekolah kejuruan di DIY.

Koordinator Prodi PTSP FT UNY, Dr. Ir. Nuryadin Eko Raharjo, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas tridarma dosen, salah satunya pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan. “Kami sengaja hadir di sekolah agar lebih dekat dengan guru. Pelatihan ini penting karena BIM dulu belum sempat diajarkan saat kuliah, sementara di sekolah kompetensi itu sudah dituntut sejak kelas X. Maka guru-guru perlu dibekali agar lebih kompeten sesuai kurikulum,” ujarnya.
Terkait harapan dari kegiatan ini, Nuryadin menegaskan pentingnya peningkatan profesionalisme guru. “Kami ingin guru semakin kompeten dan materi yang diberikan bisa langsung diajarkan ke murid sesuai kurikulum, sehingga ilmunya lebih up to date,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan rencana tindak lanjut. “Tahun depan kami berencana kembali mengadakan pelatihan serupa melalui program pengabdian masyarakat, sambil mencari kerja sama dengan SMK di DIY,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ir. Pramudiyanto, S.Pd.T., M.Eng., dosen PTSP FT UNY sekaligus mentor dalam pelatihan ini. Ia menuturkan, fokus jalan dan jembatan dipilih karena permintaan dari para guru. “BIM itu cakupannya luas. Tahun lalu kami berikan pelatihan dasar-dasar pemodelan arsitektur, tahun ini kami masuk ke lingkup jalan dan jembatan karena ada kebutuhan dari guru. Kami mencoba menjawab permasalahan sekolah dengan menyesuaikan pelatihan,” jelasnya.

Pramudiyanto juga menyoroti pentingnya percepatan adopsi BIM di dunia pendidikan. “Di industri, BIM sudah jauh berkembang. Indonesia termasuk terlambat mengadopsi teknologi ini, padahal di luar negeri sudah digunakan untuk berbagai kebutuhan. Kami ingin agar guru dan siswa tidak kaget ketika masuk ke dunia kerja,” tegasnya.
Dari sisi peserta, Anggini Winandra, S.Pd., guru SMKN 3 Yogyakarta, menyampaikan pengalamannya. “Materi yang paling berkesan adalah ketika kami belajar merancang jalan dan jembatan menggunakan Civil 3D. Kalau sebelumnya kami hanya pakai Surfer yang digabung dengan Google Earth, kali ini datanya lebih real karena diambil langsung dengan alat ukur tanah. Itu benar-benar terasa nyata,” tuturnya.
Meski begitu, ia mengakui ada tantangan. “Secara umum kami bisa mengikuti arahan dari Pak Pram dengan baik. Hanya saja saat menambahkan jembatan ke dalam rancangan jalan agak terburu-buru karena waktunya terbatas. Itu jadi PR untuk kami,” ungkapnya.
Anggini bahkan sudah menyiapkan langkah konkret untuk mengimbaskan hasil pelatihan. “Saya sudah membuat modul dari hasil pelatihan berupa tangkapan layar yang saya bagikan ke rekan guru lain. Meski saya tidak mengajar langsung mata pelajaran DPJJ, saya sering diskusi dengan rekan guru lain untuk merencanakan pembelajaran,” jelasnya.
Menurutnya, keterampilan BIM sangat penting bagi guru SMK jurusan konstruksi. “Kalau guru bangunan tidak belajar BIM, pasti akan tertinggal. Industri sudah rata-rata menggunakan BIM. Karena itu, pelatihan dari dosen UNY ini sangat membantu kami untuk lebih terampil dan maju. Saya pribadi senang sekali karena ilmunya aplikatif dan dibimbing dengan sabar sampai kami paham,” pungkasnya.

Selama dua hari, peserta mempelajari berbagai modul, mulai dari pengenalan antarmuka Civil 3D, pengolahan data survei, pembuatan permukaan, desain trase jalan, profil vertikal, hingga pemodelan koridor tiga dimensi. Pada hari kedua, peserta mendalami perhitungan volume galian-timbunan, desain jaringan pipa, pemodelan box culvert, hingga integrasi mini project berupa rancangan jalan lengkap dengan sistem drainase.
Kegiatan ditutup dengan presentasi mini project dan penyerahan sertifikat kepada peserta. Dengan adanya pelatihan ini, guru SMK diharapkan mampu mengimplementasikan BIM dalam pembelajaran, sehingga lulusan SMK lebih siap menghadapi tantangan industri konstruksi yang kian terdigitalisasi.




