Sambut Tahun Ajaran Baru, SMKN 3 Yogyakarta Dorong Transformasi Vokasi Berbasis Deep Learning
YOGYAKARTA — Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, SMK Negeri 3 Yogyakarta mengambil langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan vokasi di tanah air. Melalui penyelenggaraan In-House Training (IHT) dan Rapat Dinas Awal Tahun Pelajaran yang digelar pada 8–9 Juli 2026, sekolah ini berkomitmen penuh dalam melakukan transformasi Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan mengusung tema “Penguatan SDM SMKN 3 Yogyakarta: Menuju Teaching Factory Berbasis Deep Learning” serta semboyan “Bersatu Berkarya, Bertransformasi, Menginspirasi”, agenda ini dirancang untuk melahirkan lulusan vokasi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.
Integrasi Ekosistem TEFA dan Kecerdasan Buatan
Pada hari pertama pelaksanaan, fokus diarahkan pada penyelarasan kebijakan sekolah yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pelayanan pendidikan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, B. Maryono, S.Pd., M.T., memaparkan materi mengenai “Proses Pemuliaan Murid” yang menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam melejitkan potensi unik setiap siswa. Arah baru pendidikan vokasi ini diperkuat oleh pakar pendidikan, Dr. Dwi Yunanto, S.Pd., M.Pd., yang mengupas tuntas integrasi Teaching Factory (TEFA) dengan metode Deep Learning. “Melalui pendekatan Deep Learning yang mencakup Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning, siswa diarahkan untuk menjadi profesional yang kritis dan inovatif, bukan sekadar pekerja rutinitas industri,” papar Dr. Dwi Yunanto.
Memasuki hari kedua, tantangan digitalisasi menjadi sorotan utama. Para pendidik dibekali kesiapan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai co-pilot dalam proses pembelajaran. Langkah inovatif ini diambil untuk memastikan efisiensi mengajar terwujud tanpa menghilangkan empati dan sentuhan kemanusiaan dalam dunia pendidikan. Seluruh lini manajemen Wakil Kepala Sekolah juga memaparkan program kerja yang akuntabel untuk menjamin sinergi program sepanjang tahun ajaran berjalan.
Internalisasi Budaya “BERKARYA”
Sebagai fondasi pelaksanaan transformasi ini, SMKN 3 Yogyakarta menginternalisasikan Budaya BERKARYA sebagai identitas dan sistem operasi kerja bagi seluruh elemen sekolah. Nilai-nilai tersebut dijabarkan ke dalam komitmen aksi nyata sebagai berikut:
| Dimensi Budaya | Implementasi di Lingkungan Sekolah |
| Berintegritas | Menunjukkan kejujuran dalam penilaian, ketepatan waktu, dan keteladanan sikap. |
| Empati | Menyambut siswa dengan ramah serta mengedepankan komunikasi yang solutif. |
| Adaptif | Menguasai teknologi baru dan memperbarui materi sesuai dinamika industri. |
| Reflektif | Melakukan evaluasi berkala melalui jurnal refleksi guru dan metode coaching. |
| Responsif | Peka dan tanggap terhadap perubahan serta terbuka menerima masukan konstruktif. |
| Yakin Bertumbuh | Menanamkan pola pikir berkembang (growth mindset) untuk terus berinovasi. |
| Kolaboratif | Mengembangkan pembelajaran tim (team teaching) TEFA lintas mata pelajaran. |
| Akuntabel | Menyusun perencanaan terukur, penilaian objektif, dan pelaporan yang transparan. |
Langkah akselerasi yang diambil SMKN 3 Yogyakarta ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi pendidikan vokasi di Indonesia terus bergerak dinamis. Rangkaian IHT dan rapat dinas ini ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk mewujudkan ekosistem sekolah masa depan yang progresif. “Sekolah hebat tidak dibangun oleh gedung yang megah, tetapi oleh guru dan tenaga kependidikan yang tidak pernah berhenti belajar,” tegas komitmen bersama jajaran pendidik SKAGATA.




