Berita

“Reset Hati, Upgrade Iman”: SMKN 3 Yogyakarta Gelar Pengajian Isra’ Mi’raj dan Tarhib Ramadan

YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, SMK Negeri 3 Yogyakarta menggelar pengajian akbar pada Jumat, 6 Februari 2026. Acara yang dipusatkan di Hall Gatotkaca SMKN 3 Yogyakarta ini berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh seluruh siswa kelas X dan XI yang beragama Islam, guru, serta staf tata usaha.

Mengusung tema milenial yang religius, yakni “Reset Hati, Upgrade Iman”, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kondisi rohani warga sekolah sebelum memasuki bulan puasa.

Kepala SMK Negeri 3 Yogyakarta, yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Faiz Mudhoki, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. “Momentum Isra’ Mi’raj adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki kualitas ibadah, terutama salat. Sementara menyambut Ramadan adalah saatnya kita me-reset hati dari sifat-sifat negatif, sehingga kita bisa meng-upgrade iman ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Suasana Hall Gatotkaca tampak dipenuhi oleh siswa yang mengenakan busana Pramuka dengan rapi. Gema selawat Nabi yang dilantunkan oleh tim hadrah sekolah, Al Muhibi, turut menambah kesejukan suasana pagi itu.

Acara inti diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Junendra Rahmat. Dalam ceramahnya, beliau menekankan makna “Reset Hati” sebagai upaya bertaubat dan saling memaafkan sebelum Ramadan tiba. “Ibarat gawai yang perlu di-reset agar performanya kembali cepat, hati manusia juga perlu dibersihkan dari dengki dan dendam agar ringan dalam menjalankan ibadah puasa nanti. Isra’ Mi’raj mengajarkan kita disiplin lewat perintah salat, itulah cara terbaik untuk meng-upgrade iman,” jelas Ustadz Junendra di hadapan ratusan siswa.

Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya pengajian. Beberapa kali gelak tawa terdengar akibat penyampaian materi yang diselingi humor segar namun sarat makna, sehingga suasana tidak terasa membosankan. Salah satu siswa, Eka Fauziah Ulya dari kelas XI BP, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. “Temanya kena banget di anak muda. Jadi ingat kalau mau puasa harus banyak-banyak minta maaf dan memperbaiki salat,” ungkapnya.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kelancaran ibadah di bulan Ramadan, dilanjutkan dengan bersalam-salaman (mushafahah) antara siswa dan guru sebagai simbol saling memaafkan.

Similar Posts