SMKN 3 Yogyakarta Gelar Pesantren Ramadan 1447 H, Perkuat Pemahaman Ibadah Murid
Yogyakarta — SMKN 3 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah yang diikuti oleh Murid kelas X dan XI sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai spiritual selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Rabu (4/3/2026) untuk Murid kelas X dan Kamis (5/3/2026) untuk Murid kelas XI.
Pesantren Ramadan tersebut dipusatkan di Masjid Ciptojati serta sejumlah ruang lain di lingkungan sekolah, seperti Hall Gatotkaca, Balairung Gareng, Aula Bima, dan Gedung Baru, agar pelaksanaan kegiatan dapat menjangkau seluruh peserta secara efektif.
Kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan registrasi peserta di Masjid Ciptojati. Setelah itu, para Murid melaksanakan shalat Dhuha dan tadarus Al-Qur’an bersama hingga pukul 07.00 WIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan sebelum memasuki sesi materi utama.
Pada sesi pertama yang berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB, para Murid mendapatkan materi teori mengenai tata cara shalat fardhu dan shalat jenazah. Materi ini disampaikan oleh sejumlah guru, di antaranya Wiharto, S.Pd.I., S.Sy., MA., Alek Usman, S.Pd., Heru Mulyono, S.Pd., Nurkholis, S.Pd., M.T., serta Suwardi, S.Pd., yang membimbing Murid di ruang-ruang yang telah ditentukan.
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat singkat sebelum Murid mengikuti sesi praktik shalat jenazah pada pukul 09.15–10.30 WIB. Pada sesi ini, para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan secara langsung tata cara pelaksanaan shalat jenazah.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sesi tanya jawab dan kuis pada pukul 10.30–11.00 WIB untuk memperdalam pemahaman Murid terhadap materi yang telah dipelajari. Menjelang siang hari, peserta diberikan waktu istirahat sekaligus bersiap menuju masjid untuk melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kajian setelah shalat Dzuhur hingga pukul 12.30 WIB dan diakhiri dengan penutupan pada pukul 13.00 WIB.
Salah satu peserta, Revandi Varel, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena Murid tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar teori tentang shalat, tetapi juga langsung mempraktikkan tata cara shalat jenazah dengan benar. Dengan begitu kami jadi lebih paham dan siap jika suatu saat harus melaksanakannya di masyarakat,” ujar Revandi.
Sementara itu, panitia kegiatan dari unsur guru, Fitriyana Nur Khasanah, S.Pd, menyampaikan bahwa Pesantren Ramadan menjadi momentum penting bagi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat karakter Murid. “Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada Murid, tidak hanya dari sisi teori tetapi juga praktik ibadah. Harapannya, para Murid dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh di sekolah dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” kata Fitriyana.
Pelaksanaan kegiatan dibagi ke beberapa ruang berdasarkan kompetensi keahlian Murid agar proses pembelajaran lebih efektif. Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh Murid kelas X dari berbagai jurusan seperti DPIB, TE, TJ, BP, TL, TM, dan TO. Sementara pada hari kedua, kegiatan diikuti oleh Murid kelas XI dari jurusan yang sama dengan pembagian ruang yang telah disesuaikan.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, sekolah berharap para Murid tidak hanya memahami teori ibadah, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.






