Menyelami Sejarah dan Nilai Kepemimpinan: SMKN 3 Yogyakarta Gelar Pekan Kokurikuler di Vredeburg dan Gedung Agung
YOGYAKARTA — Dalam upaya mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis dan keterampilan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, SMK Negeri 3 Yogyakarta menggelar kegiatan Pekan Kokurikuler. Ratusan siswa diajak langsung turun ke lapangan mengunjungi dua lokasi bersejarah yang menjadi ikon Kota Pelajar, yakni Museum Benteng Vredeburg dan Istana Kepresidenan Gedung Agung.Pekan Kokurikuler ini bukanlah kegiatan tambahan di luar jam sekolah, melainkan sebuah proyek pembelajaran yang terintegrasi langsung ke dalam jam pelajaran resmi. Pendekatan ini dirancang secara khusus oleh pihak sekolah untuk mengimplementasikan dan menanamkan 8 profil lulusan SMK kepada para siswa melalui pengalaman belajar langsung (experiential learning).
Demi menjaga efektivitas dan ketertiban acara, kegiatan ini dibagi ke dalam dua sesi. Yaitu sesi I Kamis 22 April 2026 dan sesi II tanggal 28 April 2026.Masing-masing sesi melibatkan 10 kelas yang dikawal ketat namun humanis oleh 25 orang pendamping. Para pendamping ini secara khusus diambil dari kalangan tenaga pendidik dan kependidikan yang pada hari tersebut sedang tidak memiliki jadwal tugas mengajar di kelas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg. Di sini, para siswa diajak napak tilas perjuangan bangsa melalui empat diorama utama yang ada di dalam museum. Dengan didampingi oleh tour guide berpengalaman, para siswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai peristiwa-peristiwa bersejarah yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Interaksi ini diharapkan mampu memupuk rasa nasionalisme dan menghargai jasa para pahlawan.
Memasuki waktu istirahat siang, ada pemandangan yang unik dan penuh kedisiplinan. Para siswa melaksanakan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) secara bersama-sama di pelataran halaman Gedung Agung. Menariknya, jamuan makan siang ini dilakukan dengan tata cara “ketarunaan”, sebuah tradisi kedisiplinan khas sekolah vokasi yang mengajarkan ketertiban, kebersamaan, dan sikap saling menghargai.
Setelah asupan gizi terpenuhi, sesi dilanjutkan dengan penjelajahan di kompleks Istana Kepresidenan Gedung Agung. Para siswa mendapatkan tur keliling dan penjelasan mengenai fungsi serta sejarah istana yang pernah menjadi pusat pemerintahan RI pada masa revolusi kemerdekaan tersebut.
Sebagai puncak acara yang paling dinantikan, para siswa difasilitasi untuk melakukan sesi foto bersama di halaman Gedung Agung. Bukan sekadar foto biasa, mereka berpose dengan gaya ala pemimpin negara dan jajaran kabinet Republik Indonesia. Sesi ini tidak hanya menjadi hiburan yang menyenangkan, tetapi juga sebagai bentuk afirmasi dan doa agar kelak dari SMKN 3 Yogyakarta akan lahir para pemimpin bangsa yang tangguh, disiplin, dan berkarakter unggul.
Terintegrasinya 8 profil lulusan dalam Pekan Kokurikuler ini membuktikan komitmen SMKN 3 Yogyakarta dalam menghadirkan sistem pendidikan vokasi yang holistik—mencetak tenaga kerja yang tidak hanya kompeten di bidang teknis, tetapi juga memiliki kedalaman budi pekerti dan jiwa kepemimpinan.







