Guru Teknik Bangunan SMKN 3 Yogyakarta Ikuti Diklat Drone dan Pemetaan
Yogyakarta-SMKN 3 Yogyakarta menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) penggunaan drone dan pemetaan bagi guru Teknik Bangunan pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru dalam mengikuti perkembangan teknologi di bidang konstruksi dan survei digital.
Pelatihan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB dengan menghadirkan narasumber Rheza Tri Nugroho, S.T., M.T., yang merupakan dosen di Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah Widada, S.Pd., M.Pd.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai regulasi drone di Indonesia, klasifikasi ruang udara, aturan Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak (SPUKTA), pre-flight check, pengoperasian drone, hingga pemanfaatan drone untuk pemetaan.
Selain itu, peserta juga mempelajari berbagai aspek teknis seperti layanan informasi meteorologi penerbangan, karakteristik awan rendah, pengaplikasian drone dalam pemetaan, skala foto udara, overlap, dan sidelap. Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab.
Praktik lapangan turut menjadi bagian utama dalam kegiatan ini. Didampingi narasumber kedua, Ghulam, para guru mencoba langsung mengoperasikan drone mulai dari proses persiapan, penerbangan, hingga pendaratan dan pemetaan area.
Kepala SMKN 3 Yogyakarta Widada, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam penguasaan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan guru terkait penggunaan drone dan pemetaan, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan praktik yang relevan dengan perkembangan teknologi di bidang konstruksi. Ke depan, kegiatan serupa perlu terus dikembangkan melalui pelatihan lanjutan agar kompetensi guru semakin optimal,” ujarnya.
Meskipun cuaca Kota Yogyakarta saat pelaksanaan kegiatan cukup terik, antusiasme peserta tetap tinggi hingga akhir pelatihan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal penguatan kompetensi digital guru Teknik Bangunan dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.







