“Bikin Senyum Guru Indonesia”: UGM dan PGRI Gelar Pemeriksaan dan Pembuatan Gigi Tiruan Gratis di SMKN 3 Yogyakarta
YOGYAKARTA – Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pahlawan tanpa tanda jasa, Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Departemen Kesehatan Gigi dan Mulut berkolaborasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyelenggarakan program “Pengabdian kepada Masyarakat: Baikin Senyum Guru Indonesia”.Kegiatan sosial yang menargetkan peningkatan kesehatan oral para tenaga pendidik ini dilangsungkan selama dua hari, mulai Senin (25/5/2026) hingga Selasa (26/5/2026), dan bertempat di Aula SMK Negeri 3 Yogyakarta.
Sebanyak 90 orang guru dari berbagai wilayah telah terdaftar secara resmi melalui PGRI untuk mengikuti program ini. Antusiasme yang tinggi dari para peserta menunjukkan betapa pentingnya akses layanan kesehatan gigi bagi para tenaga pendidik yang kesehariannya selalu berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan siswa.Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya sebatas pemeriksaan rutin. Panitia penyelenggara dari UGM dan PGRI memfokuskan kegiatan pada dua agenda utama yang sangat krusial bagi menunjang penampilan dan kesehatan para guru, yaitu: Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut: Para akademisi dan praktisi kesehatan dari UGM memberikan edukasi komprehensif mengenai cara merawat kebersihan rongga mulut, pencegahan penyakit gigi, serta pentingnya menjaga kesehatan gigi untuk menunjang performa mengajar.
Pembuatan Gigi Tiruan Gratis: Fasilitas istimewa yang diberikan dalam program ini adalah layanan pembuatan gigi tiruan secara cuma-cuma bagi guru yang membutuhkan. Layanan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi pengunyahan, estetika wajah, dan rasa percaya diri saat para guru berdiri di depan kelas.”Profesi guru menuntut komunikasi verbal yang intensif setiap harinya. Kesehatan gigi dan mulut yang prima, serta senyum yang sehat, tentu akan sangat mendukung kepercayaan diri mereka saat mentransfer ilmu kepada peserta didik,” ungkap perwakilan tim penyelenggara.Kolaborasi sinergis antara perguruan tinggi (UGM) dan organisasi profesi guru (PGRI) ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelayanan medis, tetapi juga menjadi kampanye berkelanjutan tentang pentingnya kesejahteraan fisik para pendidik.
Melalui tajuk “Baikin Senyum Guru Indonesia”, program ini menjadi wujud nyata dari kepedulian institusi pendidikan tinggi terhadap kualitas hidup para guru, agar mereka dapat terus mengabdi dan mendidik generasi penerus bangsa dengan senyum yang lebih sehat dan cemerlang.





