Berita

Siapkan Lulusan Hadapi Era Industri 4.0, Balai Dikmen Kota Yogyakarta Latih Pendidik SMK Optimalkan Papan Interaktif Digital (PID)

YOGYAKARTA – Dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik dan daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di era disrupsi teknologi, Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Yogyakarta sukses menyelenggarakan “Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Jenjang SMK”.Kegiatan yang bertujuan untuk mencetak lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan Industri 4.0 dan Society 5.0 ini berlangsung selama dua hari, yakni pada hari Senin (25/5/2026) hingga Selasa (26/5/2026), bertempat di Ruang Yudhistira, SMKN 3 Yogyakarta.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Dikmen Kota Yogyakarta, Bapak Maryono,S.Pd,M.Pd. Dalam sambutannya, Bapak Maryono menekankan pentingnya adaptasi tenaga pendidik terhadap perkembangan teknologi agar pembelajaran di SMK tidak tertinggal dan selalu relevan dengan tuntutan dunia kerja.Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan Materi 1 yang disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yaitu Dr. RB. Dwi Wahyu B., S.Pd., M.Si. Pada sesi ini, ditekankan dukungan dari sisi kebijakan legislatif dan strategis pemerintah daerah dalam memajukan kualitas pendidikan vokasi di DIY, guna memastikan setiap SMK memiliki fasilitas dan kapasitas SDM yang mumpuni.

Memasuki sesi inti atau Materi 2, Ibu Arpeni Rahmawati, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai narasumber utama yang memberikan pelatihan komprehensif mengenai “Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dalam Pembelajaran Digital”.Dalam paparannya, Arpeni membedah empat aspek krusial penggunaan PID di ruang kelas. Pertama, pengenalan PID sebagai perangkat layar sentuh besar yang mengintegrasikan fungsi papan tulis konvensional, proyektor, dan komputer. Kedua, pemaparan mengenai manfaat PID yang terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa, menumbuhkan semangat kolaborasi, serta mendorong efisiensi waktu guru.Ketiga, para peserta juga dibekali kemampuan teknis terkait pengelolaan pembelajaran digital dengan PID, mulai dari persiapan software, instalasi aplikasi pendukung seperti Learning Management System (LMS) dan kuis interaktif (Kahoot!, Quizizz), hingga metode penilaian dan pengarsipan hasil belajar secara digital.Keempat, sesi ditutup dengan berbagai tips dan strategi penerapan model pembelajaran tingkat lanjut menggunakan PID. Arpeni memaparkan bagaimana PID sangat cocok diintegrasikan dengan metode Project Based Learning (PBL), Flipped Classroom, Gamifikasi, dan pendekatan yang merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills / HOTS).”Dunia kerja saat ini menuntut lulusan pendidikan kejuruan untuk menguasai teknologi digital. Melalui optimalisasi Papan Interaktif Digital ini, pembelajaran di SMK tidak hanya sebatas konseptual, namun menjadi sangat aktif, kritis, dan kolaboratif,” papar Arpeni mengutip modul pelatihan yang didukung oleh Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Melalui pelatihan intensif selama dua hari ini, Balai Dikmen Kota Yogyakarta berharap para guru dan tenaga kependidikan SMK dapat segera mengimplementasikan pembelajaran digital yang atraktif di sekolah masing-masing, demi mewujudkan visi pendidikan vokasi yang bermutu untuk semua dan jargon “SMK Bisa – Hebat!”.

Similar Posts