Berita

Kolaborasi Lintas Negara: SMKN 3 Yogyakarta dan Lycée Bernard Chochoy Prancis Padukan Seni dan Konstruksi Bangunan untuk Membentuk Siswa berwawasan Global

YOGYAKARTA – Dalam rangka peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis , Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Yogyakarta menjalin kerja sama internasional dengan sekolah kejuruan Lycée Professionnel Bernard Chochoy yang berlokasi di Lumbres, Prancis utara. Kerja sama strategis yang bertajuk “Proyek Kemitraan” ini menghubungkan kelas seni dan pekerjaan konstruksi bangunan guna memperlancar kemampuan berbahasa Inggris serta menjalin interaksi lintas budaya di antara siswa kedua belah pihak.

Proyek kolaborasi ini dirancang secara terstruktur dalam tiga tahap. Memasuki tahap realisasi yang berlangsung pada tahun 2025 hingga 2027, para siswa akan memadukan keterampilan teknis dan seni rupa. Di bengkel konstruksi kayu, para siswa Lycée Bernard Chochoy akan membangun sebuah Bale Bengong dengan atap bergaya “Joglo”. Proyek bangunan ini juga disemarakkan dengan proyek dekorasi berupa lukisan bermotif Batik pada panel-panel kayu yang nantinya akan dipasang di langit-langit Bale Bengong tersebut. Menariknya, seluruh proses pengerjaan di lokakarya ini diintegrasikan langsung dengan mata pelajaran umum, yaitu Matematika/Sains, Bahasa Inggris, dan Seni

SMK Negeri 3 Yogyakarta dipilih dalam kerjasama ini karena memiliki jurusan yang sama dengan Lycee Professionel Bernard Chohoy ,memiliki jumlah guru 148 guru,60 kelas dan 2000 siswa yang representative untuk menjadi tempat belajar siswa siswi Lycee Professionel Bernard Chohoy.Pertemuan dilakukan secara daring mengingat jarak yang cukup jauh diantara kedua sekolah.meski begitu tidak menghambat kedekatan dan keakraaban siswa dari kedua sekolah untuk saling berinteraksi menggunakan bahasa inggris yang masih belum lancar.Melalui inisiatif ini, tujuan utama dari proyek kemitraan tersebut adalah untuk memperluas wawasan para siswa, mempromosikan kebanggaan pada profesi di bidang bangunan, serta membentuk mereka menjadi warga dunia yang kompeten dan berwawasan luas. Pendidikan vokasi kini terbukti tidak hanya berfokus pada keahlian pertukangan, melainkan juga mampu menjadi jembatan diplomasi budaya antar-bangsa

Similar Posts