Lima Murid SMKN 3 Yogyakarta Terpilih sebagai Paskibraka Kota Yogyakarta, Berpamitan kepada Kepala Sekolah Jelang Karantina
YOGYAKARTA – Lima murid SMK Negeri 3 Yogyakarta yang terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Yogyakarta berpamitan kepada Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, S.Pd., M.Pd., sebelum menjalani masa karantina. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Yudhistira SMKN 3 Yogyakarta, Senin (3/8/2026), tersebut turut dihadiri orang tua siswa, guru pembina pasukan inti (tonti), serta jajaran sekolah.
Kelima siswa yang akan mengemban tugas sebagai Paskibraka Kota Yogyakarta tersebut yakni Mustofa Putra Adriyanto (XI TM 3), Galih Rizky Pratama (XI TM 1), Muhammad Fakhri Ainuraffi (XI TM 4), Syifa Ayu Tiara (XI KJ), dan Luna Apriliana (XI DP 3).
Pertemuan itu digelar sebagai bentuk pamitan sekaligus memohon doa restu kepada pihak sekolah dan orang tua sebelum para siswa mengikuti karantina Paskibraka yang dijadwalkan berlangsung mulai 4 hingga 20 Agustus 2026. Selama masa tersebut, para siswa akan meninggalkan sementara kegiatan belajar mengajar untuk menjalani pembinaan intensif sebagai persiapan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Yogyakarta.
Guru pembina tonti SMKN 3 Yogyakarta, Aji Panular Sejati, S.Pd., mengatakan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memohon izin sekaligus doa restu dari kepala sekolah agar seluruh rangkaian kegiatan yang akan dijalani para siswa berjalan lancar. “Kami sowan kepada Bapak Kepala Sekolah untuk memohon doa restu dan izin karena anak-anak kami akan meninggalkan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Mulai tanggal 4 hingga 20 Agustus mereka menjalani karantina. Semoga semuanya diberikan kelancaran hingga selesai menjalankan tugas,” ujarnya.
Orang tua Syifa Ayu Tiara menyampaikan harapan agar seluruh peserta diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran selama mengikuti proses karantina hingga pelaksanaan tugas sebagai anggota Paskibraka Kota Yogyakarta. “Kami memohon doa restu agar anak-anak diberikan kesehatan, kelancaran, dan mampu menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik,” katanya.
Dalam sambutannya, Widada, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa terpilih sebagai anggota Paskibraka merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang panjang. Para pelatih tidak hanya melatih kemampuan baris-berbaris, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, ketelitian, loyalitas, serta tanggung jawab para siswa. “Menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus dipikul dengan sungguh-sungguh. Saya percaya bekal yang telah diberikan para pelatih akan menjadi modal penting bagi kalian untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Widada.
Ia menambahkan bahwa persaingan untuk menjadi anggota Paskibraka sangat ketat. Dari ribuan pelajar SMA dan SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta, hanya sebagian kecil yang berhasil lolos pada setiap jenjang seleksi. Oleh karena itu, terpilih sebagai anggota Paskibraka Kota Yogyakarta merupakan capaian yang patut dibanggakan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi. “Setiap anak memiliki bakat dan keunggulan yang berbeda. Ketika potensi itu sudah terlihat, tugas sekolah bersama orang tua adalah mendukung dan mengembangkannya agar menjadi bekal bagi masa depan mereka,” tuturnya.
Melalui kegiatan pamitan tersebut, SMKN 3 Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan jiwa nasionalisme peserta didik. Dukungan dari sekolah, guru, pelatih, dan orang tua diharapkan menjadi penyemangat bagi kelima siswa dalam mengemban amanah sebagai anggota Paskibraka Kota Yogyakarta sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Yogyakarta pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.





