Berita

Jumat Krida Skagata 3 in 1 Perkuat Karakter 1.700 Murid SMKN 3 Yogyakarta Lewat Budaya Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan

YOGYAKARTA – Sekitar 1.700 murid SMKN 3 Yogyakarta mengikuti kegiatan Jumat Krida Skagata 3 in 1 pada Jumat (7/8/2026). Melalui tiga aktivitas yang disesuaikan dengan jenjang kelas, sekolah mengajak murid membangun kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan fisik sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 06.45–08.00 WIB tersebut dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi. Murid kelas X mengikuti Senam Sehat Jumat Krida di Lapangan Indraprastha, kelas XI melaksanakan Skagata Cling (Gerakan Jogja Cling) di Hall Basket Gatotkaca, sedangkan kelas XII mengikuti Skagata Berlari 3K dengan titik keberangkatan dari halaman parkir mobil depan gerbang sekolah.

Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi semangat para murid yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Gerakan senam dilakukan secara serempak oleh murid kelas X, sementara murid kelas XI bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui aksi Skagata Cling. Di waktu yang sama, murid kelas XII mengikuti lari sejauh tiga kilometer dengan penuh antusias sebagai bagian dari pembiasaan menjaga kebugaran dan melatih daya tahan fisik.

Wakil Kepala SMKN 3 Yogyakarta Bidang Kesiswaan, Faiz Mudhoki, S.Pd., M.Pd., mengatakan Jumat Krida Skagata 3 in 1 merupakan program rutin sekolah yang dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar kelas melalui pembiasaan positif. “Jumat Krida Skagata 3 in 1 kami rancang sebagai ruang bagi murid untuk belajar di luar kelas. Kami ingin membangun kebiasaan-kebiasaan baik yang tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi harus dilatih secara langsung,” ujarnya.

Menurut Faiz, pembagian kegiatan berdasarkan jenjang dilakukan karena setiap fase perkembangan murid memiliki kebutuhan yang berbeda. Murid kelas X diarahkan membangun kebiasaan hidup sehat sejak awal menempuh pendidikan di SMKN 3 Yogyakarta. Murid kelas XI didorong untuk memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, sedangkan murid kelas XII dipersiapkan agar memiliki fisik dan mental yang tangguh sebelum memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Ia menjelaskan, Senam Sehat menjadi media untuk membiasakan pola hidup sehat bagi murid baru. Skagata Cling ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas petugas kebersihan. Sementara itu, Skagata Berlari 3K menjadi sarana melatih daya juang, ketahanan, dan konsistensi. “Maknanya bukan sekadar berlari, tetapi melatih daya juang, ketahanan, konsistensi, dan semangat untuk terus bergerak maju. Nilai-nilai inilah yang nanti akan sangat mereka butuhkan ketika memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi,” katanya.

Lebih lanjut, Faiz menegaskan bahwa Jumat Krida merupakan bagian dari strategi sekolah dalam membentuk karakter murid secara berkelanjutan. Menurutnya, karakter tidak lahir melalui pembelajaran di kelas semata, tetapi melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. “Kami ingin murid memahami bahwa menjaga kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menjaga kebugaran merupakan bagian dari karakter seseorang. Kebiasaan-kebiasaan kecil itulah yang nantinya membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan profesional,” ungkapnya.

Ia berharap budaya hidup sehat, peduli lingkungan, dan menjaga kebugaran tidak hanya diterapkan saat kegiatan Jumat Krida, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah. “Jika budaya itu tumbuh di sekolah, kami yakin murid-murid SMKN 3 Yogyakarta akan berkembang menjadi pribadi yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga berkarakter, peduli, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” tuturnya.

Melalui Jumat Krida Skagata 3 in 1, SMKN 3 Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya berfokus pada penguasaan kompetensi, tetapi juga pembentukan karakter. Pembiasaan hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan daya tahan fisik diharapkan menjadi bekal bagi murid untuk menghadapi tantangan dunia kerja, pendidikan tinggi, maupun kehidupan bermasyarakat.

Similar Posts