SMKN 3 Yogyakarta Perluas Akses Kebekerjaan ke Jepang, Hadirkan Owner Perusahaan Konstruksi
Yogyakarta, 8 September 2026 — SMK Negeri 3 Yogyakarta memperluas wawasan kebekerjaan siswanya melalui kerja sama dengan LPK Pacific Marine School dan menghadirkan langsung pemilik usaha dari Jepang dalam kegiatan sosialisasi peluang kerja dan pengembangan kompetensi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bima SMKN 3 Yogyakarta, Selasa (8/9/2026), diikuti sekitar 130 siswa kelas XII dari kompetensi keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) serta Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP), bersama bapak/ibu guru dari jurusan Bangunan.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh informasi langsung mengenai dunia kerja di Jepang, khususnya pada sektor konstruksi yang memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi yang mereka pelajari selama menempuh pendidikan di SMKN 3 Yogyakarta.
Sosialisasi menghadirkan Niimi Yoshihiro, pemilik usaha dari Jepang, yang secara langsung berbagi pandangan mengenai peluang bekerja di Jepang sekaligus pentingnya membangun kompetensi dan sikap kerja sejak masih berada di bangku sekolah. Kehadiran pelaku usaha secara langsung menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan gambaran dunia kerja yang lebih konkret kepada siswa sebelum mereka menentukan pilihan setelah lulus.
Dalam sambutannya, WKS Humas, Arpeni Rahmawati, M.Pd., menyampaikan bahwa SMKN 3 Yogyakarta memiliki hubungan baik dengan perusahaan di Jepang. Menurutnya, bidang usaha yang dibawa dalam kegiatan tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan kompetensi keahlian siswa, terutama pada bidang konstruksi. ”Perusahaan ini kebetulan adalah perusahaan di bidang konstruksi yang sangat erat kaitannya dengan kompetensi kalian,” ujar Arpeni.
Arpeni meminta siswa mengikuti kegiatan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali sebanyak mungkin informasi. Menurutnya, sosialisasi tidak hanya penting bagi siswa yang sudah memiliki cita-cita bekerja di Jepang, tetapi juga bagi mereka yang masih mempertimbangkan berbagai pilihan karier setelah lulus.
Ia juga mendorong siswa untuk aktif bertanya kepada LPK Pacific Marine School maupun pemilik usaha dari Jepang. Dengan adanya penerjemah, siswa dapat berkomunikasi secara langsung dan memperoleh penjelasan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan peluang bekerja di Jepang. “Semua informasi pasti bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, Niimi Yoshihiro mengajak siswa mulai memikirkan secara serius jalan yang akan mereka pilih setelah menyelesaikan pendidikan. Ia secara khusus mendorong siswa yang berminat pada bidang konstruksi untuk membuka wawasan terhadap peluang bekerja di negara dengan perkembangan industri yang lebih maju seperti Jepang.
Namun, Niimi menekankan bahwa bekerja ke Jepang tidak seharusnya hanya dipandang dari sisi pendapatan yang lebih besar. Menurutnya, pengalaman bekerja di negara lain dapat menjadi kesempatan untuk mempelajari standar, teknologi, metode kerja, dan keterampilan baru yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi perkembangan Indonesia.
Ia memberikan contoh sederhana mengenai pekerjaan konstruksi. Menurutnya, pekerjaan seperti membuat fondasi sekalipun memiliki standar dan teknik tertentu yang tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Setiap negara dapat memiliki standar yang berbeda sehingga pengalaman bekerja di Jepang dapat menjadi ruang bagi tenaga kerja Indonesia untuk mempelajari standar kerja yang lebih luas. “Kalau mau berpikir, bagaimana caranya menjadi nomor satu,” pesan Niimi kepada para siswa.
Pesan tersebut, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana seseorang membangun sikap dan kemauan untuk belajar. Ia mendorong siswa agar tidak sekadar menerima informasi, melainkan memiliki rasa ingin tahu dan berinisiatif mencari tahu lebih dahulu mengenai sesuatu yang belum dipahami.
Menurut Niimi, menjadi tenaga kerja yang unggul membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Sikap tersebut menjadi modal penting bagi siswa yang ingin bersaing di dunia kerja, termasuk ketika memilih peluang karier di Jepang.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pengalaman mengenai siswa atau calon tenaga kerja yang dalam waktu dekat akan berangkat ke Jepang. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih nyata kepada siswa mengenai peluang yang tersedia sekaligus persiapan yang perlu dilakukan sebelum bekerja di luar negeri.
Bagi SMKN 3 Yogyakarta, kerja sama dengan LPK Pacific Marine School dan pelaku usaha dari Jepang menjadi salah satu upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan dunia kerja. Terlebih, sektor konstruksi memiliki keterkaitan langsung dengan kompetensi yang dimiliki siswa DPIB dan TKP.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diperkenalkan pada peluang kerja di luar negeri, tetapi juga diajak memahami bahwa kesiapan memasuki dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar ijazah. Kompetensi teknis, sikap kerja, kemampuan beradaptasi, kemauan belajar, serta keberanian untuk mengambil peluang menjadi bekal penting bagi lulusan SMK dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin terbuka.
Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa kelas XII untuk mulai menyusun pilihan masa depan secara lebih terarah, baik melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja di Indonesia, maupun mengambil peluang berkarier di luar negeri.





