Berita

Sinergi SKAGATA dan Kemendikdasmen: Wujudkan Masa Pengenalan Sekolah yang Sehat, Kreatif, dan Ramah Anak

YOGYAKARTA — Memasuki tahun ajaran baru, suasana hangat dan penuh tawa langsung terasa di SMKN 3 Yogyakarta—atau yang akrab disapa SKAGATA. Alih-alih menegangkan, hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di sekolah ini justru berjalan dengan penuh kegembiraan pada Selasa (14/7/2026).  Suasana positif ini dipantau langsung oleh tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikdasmen yang hadir untuk memastikan hak-hak para siswa baru terpenuhi dengan baik sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Kehadiran tim kementerian tersebut disambut hangat oleh pimpinan sekolah, Bapak Widada, S.Pd., M.Pd. bersama Bapak Faiz Mudhoki, S.Pd., M.Pd.

Berpedoman pada Aturan, Mengedepankan Kemanusiaan

Pemantauan langsung ini dilakukan demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan di SKAGATA berjalan tegak lurus dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.  Tahun ini, Kemendikdasmen menekankan tiga pilar utama dalam MPLS, yaitu:

Ramah Anak: Menjamin lingkungan yang bebas dari perundungan, kekerasan fisik, maupun verbal.

Ramah Lingkungan: Mengajak siswa menjaga keasrian sekolah sejak hari pertama.

Ramah Biaya: Memastikan tidak ada pungutan atau atribut aneh yang membebani orang tua.

Menolak Perpeloncoan, Menyambut Masa Depan

Bapak Widada, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa SKAGATA berkomitmen penuh untuk menghapus stigma MPLS yang menakutkan. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang dirindukan, bukan ditakuti.  Senada dengan hal itu, Bapak Faiz Mudhoki, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa program dikemas secara interaktif. Alih-alih tugas tanpa makna, para siswa baru justru dibekali dengan:  Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) untuk membentuk karakter unggul.  Penguatan Literasi Digital agar siswa bijak dan produktif di dunia maya.  Pembangunan Budaya Sekolah yang inklusif, harmonis, dan saling menghargai perbedaan.  Apresiasi tinggi pun datang dari tim Itjen Kemendikdasmen. Langkah nyata yang ditunjukkan oleh SMKN 3 Yogyakarta diharapkan mampu menjadi inspirasi dan barometer nasional dalam menciptakan ekosistem sekolah yang menyenangkan, aman, dan memanusiakan manusia.  Melalui pemantauan ini, Kemendikdasmen berharap SMKN 3 Yogyakarta dapat terus menjadi pelopor sekolah menyenangkan yang menghargai keberagaman serta melindungi murid dari segala bentuk kekerasan.

Similar Posts