Berita

SMKN 3 Yogyakarta Resmikan Modena Tech School, Perkuat Pembelajaran Berbasis Industri

YOGYAKARTA, 14 Oktober 2026 — SMK Negeri 3 Yogyakarta meresmikan Modena Tech School, program kolaborasi pendidikan vokasi bersama MODENA untuk memperkuat kompetensi siswa melalui pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Program ini menjadi langkah sekolah dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja. Peresmian berlangsung di Aula Bima dan ruang pembelajaran Modena Tech School SMKN 3 Yogyakarta, Rabu (14/10). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran MODENA, perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, pengawas pembina SMKN 3 Yogyakarta, serta perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat kota dan kabupaten di DIY.

Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan MODENA kepada sekolah untuk mengembangkan program pembelajaran berbasis industri tersebut. Ia berharap kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi siswa, khususnya dalam memahami penerapan kompetensi kejuruan di lingkungan kerja.

Menurut Widada, perkembangan teknologi dan kebutuhan industri bergerak semakin cepat. ”Karena itu, sekolah perlu terus menyelaraskan pembelajaran dengan kondisi nyata di dunia kerja agar lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.” Ia menambahkan, pengembangan Modena Tech School sejalan dengan upaya SMKN 3 Yogyakarta dalam memperkuat teaching factory dan menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Melalui kolaborasi ini, sekolah berharap peningkatan kompetensi siswa dan guru dapat berjalan beriringan dengan penguatan karakter serta kesiapan kerja lulusan.

Head of Customer Care Department MODENA, Rully Sujarko, menjelaskan bahwa keterlibatan industri dalam pendidikan vokasi merupakan salah satu upaya untuk memperluas akses siswa terhadap pengalaman dan wawasan dunia kerja. Menurutnya, sekolah kejuruan memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga teknis yang dibutuhkan industri. ”Melalui Modena Tech School, siswa diharapkan memperoleh pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mengenalkan berbagai aspek pendukung pekerjaan profesional. Aspek tersebut meliputi komunikasi, administrasi, kepemimpinan, pelayanan, hingga pengelolaan gudang dan logistik.” Rully juga menyoroti peluang pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan layanan di Yogyakarta. Selain keterampilan teknis, kemampuan berkomunikasi, memberikan pelayanan, dan memahami kebutuhan pelanggan menjadi bekal penting bagi siswa ketika memasuki dunia kerja.

Sebagai dukungan pembelajaran, MODENA menyediakan sejumlah peralatan rumah tangga untuk dimanfaatkan sebagai sarana praktik. Peralatan tersebut meliputi mesin cuci, pemanas air, dispenser, lemari es, kompor tanam, cooker hood, toolbox, serta pompa pendorong (booster pump).

Keberadaan peralatan tersebut diharapkan membantu siswa mengenali produk, memahami prinsip kerja, serta mempelajari aspek perawatan dan perbaikan peralatan listrik rumah tangga secara lebih kontekstual. Pengenalan prosedur kerja yang aman juga menjadi perhatian, terutama dalam penggunaan peralatan yang berkaitan dengan listrik dan gas.

Rully turut menyampaikan bahwa siswa berprestasi berpeluang memperoleh kesempatan untuk berkarier di MODENA sesuai kebutuhan perusahaan dan kualifikasi yang dipersyaratkan. ”Selain membuka wawasan mengenai peluang kerja, program ini diharapkan membantu siswa memahami bahwa kesiapan memasuki dunia profesional membutuhkan perpaduan keterampilan teknis dan kemampuan berkomunikasi.”

Modena Tech School dikembangkan untuk mendukung pembelajaran siswa Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN 3 Yogyakarta. Materinya akan terintegrasi dengan pembelajaran kompetensi Perbaikan Peralatan Listrik (PPL), sehingga manfaat program tidak terbatas pada siswa tertentu, melainkan dapat diakses oleh seluruh siswa pada program keahlian tersebut sesuai pelaksanaan pembelajaran.

Kepala Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN 3 Yogyakarta, Suryono, S.Pd., menjelaskan bahwa kerja sama ini berawal dari tawaran MODENA sekitar satu tahun sebelumnya. Dalam pelaksanaannya, MODENA memberikan dukungan berupa peralatan, sementara sekolah menyiapkan ruang dan fasilitas pembelajaran.

Kolaborasi ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa maupun guru. Dengan dukungan peralatan yang sesuai, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih aplikatif serta membantu siswa menghubungkan materi yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan penanganan peralatan rumah tangga di lapangan.

Sebelum peresmian, rangkaian penguatan program telah dilakukan melalui sesi berbagi bersama guru pada 15 September 2026 dan pelatihan guru pada 21–23 September 2026. Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar fasilitas dan program pembelajaran dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Muhammad Ali Sa’id, S.E., yang hadir mewakili dinas, menekankan pentingnya kerja sama antara satuan pendidikan, pemerintah, dan industri dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Menurutnya, pendidikan SMK perlu memberikan lebih dari sekadar penguasaan teori. ”Siswa perlu dibekali keterampilan praktik, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, kedisiplinan, komunikasi, serta profesionalisme agar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja.”

Ia berharap Modena Tech School dapat berkembang menjadi ekosistem pembelajaran terapan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kompetensi guru dan siswa. Kolaborasi seperti ini juga diharapkan membantu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

Penguatan keterampilan tersebut perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai lokal, sehingga lulusan SMK tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki sikap dan etos kerja yang baik.

Puncak acara ditandai dengan serah terima peralatan MODENA secara simbolis, dilanjutkan pemotongan pita dan kunjungan ke ruang pembelajaran Modena Tech School. Rangkaian kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pemanfaatan fasilitas pembelajaran untuk mendukung penguatan kompetensi siswa.

Bagi SMKN 3 Yogyakarta, kehadiran Modena Tech School merupakan bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri. Sekolah berharap kolaborasi dengan MODENA dapat berlanjut melalui pengembangan pembelajaran, peningkatan kapasitas guru, serta perluasan wawasan karier bagi siswa.

Melalui program ini, SMKN 3 Yogyakarta berupaya memastikan bahwa pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan materi di kelas, tetapi juga memberi siswa kesempatan memahami penerapan kompetensi secara lebih nyata. Dengan demikian, lulusan diharapkan semakin siap memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun mengembangkan kompetensi untuk berwirausaha.

Similar Posts