Berita

Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, 115 Siswa SMKN 3 Yogyakarta Ikuti Uji Sertifikasi Konstruksi dari Kementerian PU

YOGYAKARTA, 12 Februari 2026 – Dalam upaya mencetak tenaga kerja terampil dan bersertifikat di bidang konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya menyelenggarakan kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi di SMK Negeri 3 Yogyakarta pada Kamis (12/02/2026).

Kegiatan uji sertifikasi ini diikuti oleh total 115 siswa yang terbagi dalam dua skema kompetensi jenjang 2. Rinciannya, sebanyak 88 siswa dari kompetensi keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) mengikuti uji sertifikasi untuk skema Juru Gambar Pemula Konstruksi Jenjang 2. Sementara itu, 27 siswa dari kompetensi keahlian Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKPR) mengikuti uji sertifikasi untuk skema Kepala Tukang Bangunan Gedung Jenjang 2.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ibu Disnaika Dwi Rimbawati, S.E., selaku Ketua Panitia Pelaksana dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bukti legalitas keahlian yang diakui oleh negara dan industri. “Sertifikasi ini adalah jembatan penting bagi adik-adik SMK untuk langsung terserap oleh dunia kerja. Dengan mengantongi sertifikat kompetensi dari institusi resmi, para siswa SMKN 3 Yogyakarta memiliki nilai tambah dan daya saing yang tinggi di industri konstruksi nasional,” ungkap Ibu Disnaika.

Turut hadir dan memberikan sambutan dalam pembukaan acara ini adalah Bapak Yudha Kurniawan, S.T., perwakilan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ASTEKINDO KONSTRUKSI MANDIRI. Beliau menyampaikan apresiasi atas antusiasme para siswa dan menjelaskan standar penilaian yang akan diterapkan selama proses uji kompetensi berlangsung.

“Industri konstruksi saat ini menuntut kualitas dan standar keselamatan yang tinggi. Oleh karena itu, melalui uji kompetensi yang diselenggarakan bersama LSP ASTEKINDO KONSTRUKSI MANDIRI, kami memastikan bahwa setiap siswa yang dinyatakan lulus benar-benar memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” jelas Bapak Yudha.

Pelaksanaan uji sertifikasi ini meliputi ujian tulis maupun ujian praktik langsung yang diawasi oleh para asesor profesional. Bagi siswa DPIB, penilaian difokuskan pada ketelitian dan pemahaman membaca serta membuat gambar kerja konstruksi. Sedangkan bagi siswa TKPR, penilaian ditekankan pada kemampuan manajerial lapangan tingkat dasar dan teknik pertukangan bangunan gedung. Dengan diselenggarakannya sertifikasi ini, SMKN 3 Yogyakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum berharap dapat terus bersinergi dalam menyumbangkan sumber daya manusia (SDM) konstruksi yang unggul, profesional, dan siap membangun infrastruktur Indonesia di masa depan.Hal Ini sejalan dengan komitmen dan Visi Misi Pendidikan di SMK N 3 Yogyakarta

Similar Posts