SMKN 1 Bungo Lakukan Studi Tiru BLUD di SMKN 3 Yogyakarta
YOGYAKARTA – Upaya memperkuat tata kelola pendidikan vokasi terus dilakukan SMKN 1 Bungo, Provinsi Jambi. Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas unsur Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan melakukan kunjungan studi tiru ke SMKN 3 Yogyakarta, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Yudhistira SMKN 3 Yogyakarta pukul 09.00–11.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, S.Pd.I. Fokus utama kunjungan adalah mempelajari pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah diterapkan di SMKN 3 Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Harmonis menyampaikan bahwa SMKN 3 Yogyakarta dipilih sebagai tujuan studi tiru karena dinilai memiliki pengalaman dan praktik baik yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan SMKN 1 Bungo. “Hari ini kita ke SMKN 3 Yogyakarta untuk berbagi pengalaman dan belajar bersama. Kami berharap dapat memperoleh berbagai praktik baik yang bisa menjadi acuan dalam pengembangan SMKN 1 Bungo ke depan,” ujarnya.
Menurut Harmonis, pengelolaan keuangan berbasis BLUD menjadi salah satu target yang ingin dipelajari secara mendalam. Pasalnya, SMKN 1 Bungo yang berstatus Sekolah Pusat Keunggulan telah memiliki berbagai unit produksi dan sarana pendukung, namun masih dalam proses menuju penetapan sebagai BLUD. “Salah satu yang menjadi target bagi kami adalah memahami bagaimana pengelolaan sistem keuangan berbasis BLUD dapat berjalan dengan baik. Kami ingin belajar dari pengalaman SMKN 3 Yogyakarta yang telah lebih dahulu menerapkannya,” kata Harmonis.
Selain BLUD, rombongan juga menggali informasi terkait pengelolaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), pengembangan unit produksi, hingga berbagai program peningkatan mutu sekolah dan peserta didik.
Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa hubungan antara sekolah-sekolah vokasi di Indonesia perlu terus diperkuat melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik.
Widada menjelaskan bahwa SMKN 3 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah kejuruan bersejarah di Yogyakarta yang saat ini memiliki lebih dari 2.000 peserta didik dengan delapan konsentrasi keahlian, mulai dari teknik pemesinan, teknik kendaraan ringan, desain pemodelan dan informasi bangunan, teknik konstruksi dan perumahan, teknik instalasi tenaga listrik, hingga teknik elektronika industri. “Mudah-mudahan setelah dari SMK kami, Bapak-Ibu pulang membawa inspirasi dan berbagai hal yang bisa dikembangkan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Widada juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi narasumber percepatan BLUD bagi sejumlah SMK di Provinsi Jambi pada tahun 2023. Karena itu, kunjungan ini menjadi momentum untuk melanjutkan komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang BLUD SMKN 3 Yogyakarta memaparkan berbagai strategi pengelolaan BLUD, pengembangan teaching factory, budaya kerja sekolah, hingga tata kelola unit produksi yang mendukung kemandirian sekolah.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai tahapan pembentukan BLUD, pengelolaan keuangan, penyusunan dokumen administrasi, pengembangan unit usaha sekolah, serta strategi menjaga keberlanjutan program.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Bungo berharap dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi BLUD yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan karakteristik sekolah. Hasil studi tiru tersebut nantinya akan dituangkan dalam laporan dan menjadi bahan tindak lanjut untuk pengembangan pendidikan vokasi di Provinsi Jambi.
Kunjungan studi tiru ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antarlembaga pendidikan vokasi dalam mendorong terciptanya sekolah yang lebih mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja maupun dunia industri.






